Aksi Cepat Pusri: Pasok Logistik bagi Pejuang Karhutla Sumsel
PALEMBANG, Barometer99.com — Asap yang menyelimuti wilayah Sumatera Selatan tak hanya menjadi ancaman bagi lingkungan, tetapi juga panggilan kemanusiaan bagi mereka yang berjuang di garis depan.
Menjawab tantangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) ini, PT Pupuk Sriwidjaja Palembang (Pusri) turun langsung ke lapangan untuk menyalurkan bantuan logistik bagi para petugas pemadam.
Penyerahan bantuan berlangsung hangat di Pos Pemadaman Karhutla Kecamatan Sematang Borang, Palembang, Sabtu (4/10/2026).
Tim Departemen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pusri menyerahkan secara langsung pasokan logistik tersebut kepada perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan.
Langkah cepat ini menjadi bukti nyata kepedulian Pusri terhadap keselamatan lingkungan dan kesehatan masyarakat, sekaligus bentuk sinergi konkret bersama pemerintah daerah dalam menghadapi masa darurat.
VP TJSL Pusri, Rahmawati, menegaskan bahwa perjuangan menaklukkan titik api membutuhkan napas panjang dan gotong royong dari semua pihak.
“Karhutla adalah tantangan kita bersama. Para petugas di lapangan terus bekerja tanpa kenal lelah, dan kami ingin memastikan kebutuhan dasar mereka tetap terpenuhi selama bertugas. Semoga bantuan ini bisa meringankan langkah para pejuang garis depan,” ujar Rahmawati, Rabu (7/10/26).
Rahmawati juga menekankan bahwa Pusri akan terus berdiri bersama masyarakat Sumsel, sigap merespons setiap kondisi darurat melalui program TJSL yang berkelanjutan.
Apresiasi tinggi datang dari BPBD Provinsi Sumatera Selatan. Perwakilan BPBD, Aksoni, menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas kepedulian yang ditunjukkan Pusri di tengah situasi kritis.
“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran PT Pusri Palembang yang langsung menyapa kami di lapangan. Bantuan logistik ini menjadi suntikan semangat dan sangat berarti bagi fisik serta mental para personel yang berjuang,” kata Aksoni.
Kolaborasi tangguh antara Pusri, BPBD, dan pemerintah daerah ini menjadi simbol keberlanjutan menjaga bumi Sriwijaya dari ancaman Karhutla.







