Muratara, 24detik.id – Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) resmi membuka Posko DVI (Disaster Victim Identification) di RSUD Lubuklinggau guna mempercepat proses identifikasi 16 korban meninggal dunia.
Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah memberikan kepastian bagi keluarga korban. Mengingat kondisi jenazah yang sulit dikenali secara fisik, Tim Forensik dari RS Bhayangkara Palembang telah diterjunkan ke RSUD Lubuklinggau.
“Kami bekerja secara profesional dan transparan. Fokus kami adalah memastikan seluruh jenazah teridentifikasi dengan akurat melalui prosedur DVI, sekaligus mengusut tuntas penyebab kecelakaan ini,” tegas Kombes Pol Nandang, Rabu (6/5/2026).
Polda Sumsel juga mengimbau pihak keluarga yang merasa kehilangan kerabat dalam perjalanan bus tersebut untuk segera melapor ke:
-
Lokasi: RSUD Lubuklinggau
-
Call Center: +62 821-7803-8910
Peristiwa memilukan ini terjadi di wilayah Karang Jaya sekira pukul 12.00 WIB. Berdasarkan penyelidikan awal, Bus ALS yang melaju menuju Jambi berupaya menghindari lubang jalan dengan mengambil jalur kanan.
Nahas, di saat bersamaan muncul mobil tangki PT Seleraya dari arah berlawanan.Benturan keras tersebut memicu ledakan dan kobaran api hebat yang menghanguskan kedua kendaraan.
Tercatat 16 orang meninggal dunia, 3 luka berat, dan 1 luka ringan. Kerugian materiel ditaksir mencapai Rp500 juta.
Selain evakuasi korban, Satlantas Polres Muratara bersama Ditlantas Polda Sumsel telah mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk kerangka kendaraan dan dua sepeda motor yang terseret dalam insiden tersebut.
Kepolisian memastikan bahwa olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) dan pemeriksaan saksi, termasuk sopir truk berinisial Y, akan dilakukan secara komprehensif menggunakan analisis teknis guna mengungkap penyebab pasti bencana transportasi ini.
Polda Sumsel mengingatkan para pengguna jalan untuk selalu waspada terhadap kondisi jalan dan memastikan kelaikan kendaraan demi menghindari terulangnya tragedi serupa.







