Aklamasi! Jon Heri Kembali Pimpin SMSI Sumsel, Joncik Muhammad: Saatnya Perkuat Soliditas dan Profesionalisme Pers Digital

Berita, Palembang132 Dilihat

PALEMBANG, 24detik.id — Drs. Jon Heri kembali dipercaya menakhodai Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Sumatera Selatan untuk periode 2026–2030. Ia terpilih secara aklamasi dalam Musyawara Provinsi (Musprov) SMSI Sumatera Selatan 2026 yang berlangsung di The Zuri Hotel Palembang, Kamis (29/10/2026).

Terpilihnya Jon Heri secara aklamasi menjadi penegasan dukungan para pimpinan SMSI kabupaten dan kota se-Sumatera Selatan terhadap kepemimpinannya. Kepercayaan tersebut sekaligus membawa pesan kuat: konsolidasi organisasi, peningkatan kualitas perusahaan pers, dan penguatan daya saing media siber harus menjadi agenda utama empat tahun ke depan.

Di tengah perubahan lanskap industri media yang semakin cepat, SMSI Sumsel dituntut tidak sekadar menjaga eksistensi organisasi, tetapi juga mendorong anggotanya menjadi perusahaan pers yang profesional, adaptif, dan mampu menjawab tantangan era digital.

Dukungan terhadap kepemimpinan Jon Heri juga datang dari Ketua Dewan Pembina SMSI Sumsel, H. Joncik Muhammad. Ia diharapkan menjadi salah satu figur yang mendorong penguatan organisasi agar SMSI Sumsel semakin solid dan mampu mengambil peran strategis dalam membangun ekosistem pers yang sehat.

Saat dikonfirmasi, H. Joncik Muhammad menekankan bahwa terpilihnya kembali Jon Heri secara aklamasi merupakan amanah besar yang harus dijawab melalui kerja nyata, bukan sekadar keberhasilan dalam forum organisasi.

“Terpilihnya kembali Saudara Jon Heri menunjukkan adanya kepercayaan dari keluarga besar SMSI Sumatera Selatan. Kepercayaan ini harus dijaga dengan memperkuat soliditas, membangun komunikasi yang baik, dan memastikan organisasi memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggotanya,” ujarnya.

Ditambahkan joncik SMSI memiliki tanggung jawab besar dalam mendorong perusahaan pers agar terus berkembang di tengah transformasi digital. Karena itu, profesionalisme, kualitas sumber daya manusia, integritas jurnalistik, dan kemampuan beradaptasi harus menjadi perhatian bersama,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Umum SMSI, Drs. Firdaus, M.M., dalam sambutannya menekankan pentingnya musyawarah sebagai landasan pengambilan keputusan organisasi. Menurutnya, kepentingan bersama harus ditempatkan di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

Ia juga mengingatkan pentingnya mekanisme perwakilan yang mampu menghasilkan keputusan berdasarkan kebersamaan sekaligus memberi ruang kepada kader-kader potensial untuk berkembang.

“Jangan sampai orang yang memiliki potensi justru ditinggalkan. Organisasi harus memberikan kesempatan kepada mereka yang mampu membawa kemajuan bersama,” ujar Firdaus.

Firdaus turut menyoroti pesatnya perkembangan teknologi digital yang menuntut perusahaan media untuk terus berbenah. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia, profesionalisme, dan kemampuan mengikuti perubahan teknologi merupakan kebutuhan penting agar perusahaan pers tetap relevan dan kompetitif.

Menurutnya, organisasi perusahaan media siber harus menjadi ruang bagi anggotanya untuk terus belajar, meningkatkan kompetensi, dan memperkuat daya saing di tengah perubahan industri pers.

Ditempat yang sama usai kembali mendapat kepercayaan memimpin SMSI Sumsel, Jon Heri mengajak seluruh anggota untuk memperkuat kebersamaan dan meningkatkan kualitas kerja organisasi.

Ia menilai pengalaman para anggota selama berorganisasi harus menjadi modal untuk membangun SMSI yang lebih profesional, solid, dan bermanfaat bagi seluruh perusahaan media yang tergabung di dalamnya.

“Seluruh anggota SMSI bukan lagi orang-orang baru. Kita sudah sama-sama mengenal organisasi ini. Karena itu, mari terus belajar, meningkatkan kemampuan, dan bekerja lebih baik untuk kemajuan SMSI,” ungkap Jon Heri.

Jon Heri juga menyoroti perubahan teknologi informasi yang berlangsung begitu cepat. Menurutnya, perusahaan media harus terus berbenah, baik dari sisi kualitas pemberitaan, pengelolaan bisnis, kompetensi wartawan, maupun pemanfaatan teknologi digital.

Baginya, kekompakan dan komunikasi yang terjaga antara pengurus dan anggota merupakan fondasi penting untuk memastikan organisasi tetap berjalan efektif. Soliditas tidak cukup hanya ditunjukkan dalam forum musyawarah, tetapi harus diwujudkan melalui kerja bersama dan program yang memberikan dampak nyata.

Kembali terpilihnya Jon Heri membuka babak baru bagi SMSI Sumsel untuk memperkuat konsolidasi internal sekaligus meningkatkan kontribusinya terhadap perkembangan industri pers digital di Sumatera Selatan.

Tantangan yang dihadapi bukan hanya perubahan teknologi, melainkan juga keberlanjutan bisnis perusahaan media, peningkatan kualitas jurnalistik, penguatan kepercayaan publik, serta penerapan prinsip-prinsip pers yang profesional dan bertanggung jawab.

Dengan dukungan para pimpinan SMSI kabupaten dan kota serta pembinaan dari jajaran Dewan Pembina, kepemimpinan periode 2026–2030 diharapkan mampu menerjemahkan kepercayaan organisasi menjadi program kerja yang terukur dan berkelanjutan.

Aklamasi telah menetapkan pilihan. Kini, tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa soliditas organisasi dapat berjalan seiring dengan peningkatan profesionalisme, penguatan perusahaan media, dan kontribusi nyata bagi kemajuan pers di Sumatera Selatan.(**)