Bank Sampah Sehati, Inovasi Ekonomi Sirkular Pusri di Palembang

Berita, Bisnis154 Dilihat

Palembang, 24detik.id  – PT Pusri Palembang, anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero), membuktikan bahwa sampah bukan lagi sekadar masalah, melainkan peluang ekonomi.

Melalui Program Bank Sampah Sehati di Kelurahan 3 Ilir, Pusri sukses mengintegrasikan kelestarian lingkungan dengan pemberdayaan masyarakat berbasis circular economy.

Lahirnya Bank Sampah Sehati merupakan jawaban atas keterbatasan kapasitas Tempat Pengolahan Akhir (TPA) di Palembang.

Dimulai dari komitmen bersama unsur Muspika pada Agustus 2023, program ini resmi beroperasi penuh sejak tahun 2025 di bawah komando Asmuni, seorang local hero yang menjadi motor penggerak kesadaran lingkungan warga setempat.

Dampak Nyata bagi Lingkungan dan EkonomiHingga kini, tercatat sebanyak 522 nasabah telah bergabung.

Dampaknya pun signifikan; setiap bulannya, warga berhasil memangkas volume sampah yang dibuang ke TPA hingga 1–2 ton.Sistem pengelolaannya dilakukan secara terpadu:

Sampah Anorganik: Dipilah untuk dikirim ke Bank Sampah Induk guna didaur ulang.

Sampah Organik: Diolah menjadi pupuk kompos yang menyokong aktivitas pertanian perkotaan dan penghijauan warga.

VP TJSL Pusri, Rahmawati, menegaskan bahwa inisiatif ini adalah bagian dari visi besar perusahaan untuk menciptakan dampak sosial berkelanjutan.

“Kami ingin mendorong perubahan perilaku masyarakat. Di Bank Sampah Sehati, limbah bertransformasi menjadi sumber daya yang meningkatkan kesejahteraan warga,” ungkapnya, Kamis (16/4/26).

Keberhasilan Asmuni sebagai mentor dalam mengedukasi pemilahan sampah menjadi kunci utama tingginya partisipasi masyarakat.

Tak sekadar menjaga kebersihan, program ini telah membangun ekosistem mandiri di mana ekonomi dan ekologi berjalan beriringan.

Ke depan, Pusri berkomitmen untuk mereplikasi model Bank Sampah Sehati di wilayah lain.

Harapannya, kesuksesan di Kelurahan 3 Ilir dapat menjadi inspirasi bagi pengelolaan lingkungan yang lebih luas serta memperkuat ketahanan sosial-ekonomi masyarakat Sumatera Selatan.