Intip 3 Poin Krusial di Balik Bukber Kapolda Sumsel dan Jurnalis

Berita, Nasional70 Dilihat

Palembang, 24detik.id – Berselimut keberkahan di pulang suci Ramadan, Markas Besar Polisi Daerah Sumatera Selatan (Mapolda Sumsel) menjadi saksi bisu eratnya hubungan antara kepolisian dan awak media.

Pada Jumat (27/2/2026), Kapolda Sumsel, Irjen Pol Sandi Nugroho, menggelar agenda buka puasa bersama dengan puluhan jurnalis dari berbagai platform media.

 

Acara yang berlangsung penuh kekeluargaan ini dihadiri langsung oleh Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rony Samtana, Irwasda Kombes Pol Feri Handoko Soenarso, serta jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Sumsel.

Disaat memberikan kata sambutannya, Irjen Pol Sandi Nugroho menegaskan bahwa, media memegang posisi sentral dalam sistem demokrasi dan stabilitas nasional.

Menurutnya, keberhasilan Polri saat ini dalam menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), tidak akan maksimal tanpa dukungan serta informasi yang akurat dan berimbang dari pers.

“Sebagai pejabat baru di Bumi Sriwijaya, saya ingin memastikan pintu komunikasi antara Polda Sumsel dan rekan-rekan media selalu terbuka lebar,” ujar lulusan terbaik Akpol 1995 (Adhi Makayasa 95) tersebut.

Lebih lanjut, mantan Kadiv Humas Polri ini menekankan bahwa transparansi informasi adalah kunci utama membangun kepercayaan publik (public trust).

Irjen Sandi memandang media sebagai “cermin” bagi institusi kepolisian untuk mengevaluasi kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Setidaknya, ada 3 poin penting yang menjadi sorotan utama dalam pertemuan hangat tersebut:

1. Media sebagai “Cermin” dan Harga Mati Transparansi

Irjen Pol Sandi Nugroho menegaskan bahwa transparansi informasi bukanlah pilihan, melainkan kewajiban. Ia menganalogikan media sebagai cermin bagi institusi kepolisian.

Melalui pemberitaan, Polri dapat melihat sejauh mana pelayanan mereka telah memenuhi ekspektasi masyarakat.

“Transparansi informasi adalah harga mati dalam membangun kepercayaan publik,” tegas Irjen Sandi.

2. Pintu Komunikasi yang Terbuka Lebar

Sebagai pejabat baru di Sumatera Selatan, Kapolda ingin meruntuhkan dinding pembatas antara birokrasi kepolisian dan pemburu berita. Ia menjanjikan akses komunikasi yang lebih hangat dan responsif.

Kapolda menyadari bahwa, keberhasilan tugas polisi di lapangan tidak akan tersampaikan secara maksimal tanpa narasi yang akurat dan bertanggung jawab dari para jurnalis.

3. Komitmen “Anti Kritik”

Poin yang paling menarik perhatian adalah pernyataan tegas Kapolda mengenai keterbukaan terhadap kritik.

Didampingi Wakapolda Brigjen Pol Rony Samtana, Irjen Sandi menyatakan bahwa kritik konstruktif dari media adalah “asupan nutrisi” bagi kepolisian untuk terus berbenah.

“Kami tidak anti-kritik. Sebaliknya, kami siap berkolaborasi dan menerima masukan demi memastikan Sumatera Selatan tetap aman dan nyaman,” ujarnya lugas.

Menutup rangkaian acara, Kapolda berharap sinergi ini tetap terjaga secara konsisten, melampaui momentum bulan suci Ramadan. Kolaborasi yang kokoh diharapkan mampu menjadi benteng pertahanan dalam menjaga stabilitas keamanan di Sumatera Selatan. (emen)