Musi Rawas, 24detik.id – Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., resmi meluncurkan gerakan kolosal “Jago Musi Rawas” melalui Apel Sabuk Kamtibmas pada Rabu (29/4/2026).
Langkah strategis ini bukan sekadar seremoni, melainkan upaya mempererat “sabuk” pengaman wilayah yang melibatkan sinergi total antara Polri, TNI, Pemerintah Daerah, hingga tokoh masyarakat.
Dengan semangat yang membara, Kapolda menegaskan bahwa jargon “Sabuk Kamtibmas” adalah simbol pengikat persatuan. Ia mematahkan stigma bahwa keamanan hanya beban di pundak Polri.
“Keamanan adalah modal utama menuju Indonesia Emas 2045. Dengan sinergi yang kuat, kita pastikan aktivitas masyarakat berjalan aman dan kondusif. Ingat, keamanan adalah tanggung jawab kita semua,” tegas Irjen Pol Sandi Nugroho.
Suasana apel kian khidmat saat penyematan Pin Sabuk Kamtibmas dilakukan secara simbolis, diikuti pembacaan ikrar oleh perwakilan ormas.
Tak hanya bicara soal teknis lapangan, Kapolda juga menyentuh sisi humanis dan digital masyarakat.
Alumni Akpol 95 ini juga mengingatkan warga agar tidak mudah terprovokasi hoaks di media sosial dan selalu mengedepankan musyawarah dalam setiap konflik.
Kapolda juga menitipkan pesan moral mendalam bagi seluruh personel dan masyarakat yang hadir. Ia mengajak semua pihak untuk merefleksikan nilai kemanusiaan dalam setiap tindakan.
“Tanyakan pada diri sendiri, sudahkah kita berbuat baik hari ini? Kebaikan itulah yang akan menjaga rasa aman yang hakiki di tengah masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menambahkan bahwa agenda ini adalah wujud nyata kepolisian modern yang mengedepankan pencegahan.
Kombes Nandang menghimbau, agar masyarakat tidak ragu menggunakan layanan Call Center 110 jika menemukan potensi gangguan di lingkungan mereka.
Dengan berakhirnya apel ini, Musi Rawas kini memiliki fondasi keamanan yang lebih solid, di mana masyarakat bukan lagi sekadar penonton, melainkan pemain aktif dalam menjaga kedamaian di Bumi Sriwijaya.













