May Day Sumsel 2026: “Tangan Dingin” Intelijen Polda Sumsel, Ubah Orasi Jadi Meja Solusi

Palembang, 24detik.id  — Sumatera Selatan mencatatkan sejarah baru dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day), 1 Mei 2026. Di saat banyak wilayah bersiaga menghadapi gelombang massa, Bumi Sriwijaya justru tampil dengan wajah yang jauh berbeda: tenang, elegan, dan nol anarkisme. 

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata kehebatan strategi “senyap” jajaran Intelijen Polda Sumsel yang berhasil memetakan serta merangkul aspirasi buruh jauh sebelum kaki mereka menginjak aspal jalanan.

Di bawah komando Kapolda Sumsel, Irjen Pol Sandi Nugroho, potensi gesekan sosial yang biasanya mewarnai May Day berhasil diredam total. Melalui skema “Cooling System” yang presisi, energi massa yang biasanya tumpah di jalanan berhasil dialihkan ke dalam forum “Sarasehan Dialogis” yang hangat di Auditorium Graha Bina Praja, Jum’at (1/5/26).

Tidak ada asap ban terbakar, tidak ada blokade jalan, yang ada hanyalah komunikasi bermartabat yang mencari solusi demi pertumbuhan ekonomi daerah.

Keberhasilan “Zero Riot” ini merupakan buah manis dari kerja keras jajaran Intelkam Polda Sumsel di bawah kepemimpinan Kombes Pol Tony Budhi Susetyo. Fungsi intelijen bekerja dengan akurasi tinggi sebagai radar pendeteksi dini.

Melalui pendekatan persuasif dan komunikasi dari hati ke hati, jajaran Intelkam mampu memadamkan setiap sumbu konflik sebelum sempat menyala.

Hasilnya, aspirasi buruh tersampaikan lebih jernih tanpa harus mengganggu aktivitas publik atau merusak fasilitas umum.

“Kami membuktikan bahwa tanpa kerusuhan pun, suara buruh justru terdengar lebih jernih dan berwibawa,” tegas Irjen Pol Sandi Nugroho.

Kehadiran Polri dalam momen ini bukan sebagai pembatas, melainkan sebagai akselerator yang memastikan keadilan bagi pekerja berjalan seiring dengan stabilitas keamanan nasional.

Sebagai langkah konkret, Polda Sumsel juga mengoptimalkan “Desk Ketenagakerjaan” pada Ditreskrimsus. Inovasi ini menjadi “jalur cepat” bagi para pekerja untuk menyelesaikan sengketa hukum secara formal, sekaligus memutus mata rantai provokasi yang kerap memicu aksi massa yang merugikan.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, menambahkan bahwa kedewasaan berdemokrasi para buruh di Sumsel patut diapresiasi.

Sinergi antara intelijen yang responsif, kepemimpinan yang humanis, dan kesadaran kolektif elemen buruh telah menjadikan Sumatera Selatan sebagai “role model” nasional.

“May Day 2026 bukan lagi momok menakutkan, melainkan simbol kematangan sebuah provinsi dalam menjaga harmoni pembangunan,” pungkas Kombes Nandang.