Pertamina EP Zona 4 Temukan Potensi Energi Baru di Muara Enim, Produksi 3.073 BOPD

Muara Enim, 24detik.id — PT Pertamina EP (PEP) Zona 4 berhasil mengembangkan sumur LBK-030 (LKT-24) di Kecamatan Lembak, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. 

Berdasarkan uji alir awal (initial flow test) dengan metode open choke pada 9 Mei 2026, sumur ini mencatatkan potensi produksi yang sangat signifikan, yakni mencapai 3.073 barel minyak per hari (BOPD) dan 1,64 juta barel kubik standar gas per hari (MMSCFD), dengan tingkat kandungan air (water cut) sebesar 0 persen.

Melalui hasil Multi Rate Test, sumur LBK-030 ini nantinya akan diproduksikan pada bean 9 mm, dengan perkiraan produksi optimum minyak berada di angka 718 BOPD.

General Manager PEP Zona 4, Djudjuwanto, menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan cerminan keseriusan perusahaan dalam berkontribusi mencapai target produksi migas nasional.

Menurutnya, berbagai inovasi teknis pengeboran yang diterapkan oleh tim Zona 4 terbukti membuahkan hasil yang positif.

“PEP Zona 4 terus melakukan pengembangan potensi sumber-sumber energi baru. LBK-030 menjadi cerminan keseriusan perusahaan untuk berkontribusi mencapai target produksi nasional,” ujar Djudjuwanto, melalui rilis resmi, Selasa (29/5/26).

Kontribusi Target dan Aspek Keselamatan Kerja

Sumur LBK-030 merupakan sumur pengembangan (development well) kelima dari struktur interfield antara Lembak Kemang dan Tapus, yang berada di bawah pengelolaan PEP Prabumulih Field.

Keberhasilan ini diproyeksikan akan mendongkrak pencapaian target produksi PEP Prabumulih Field pada tahun 2026, yang dipatok sebesar 9.519 BOPD dan 99 MMSCFD.

Selain memberikan dampak positif pada volume produksi, proyek ini juga menorehkan catatan impresif di bidang keselamatan kerja (safety).

Operasi pengeboran di sumur LBK-030 berhasil diselesaikan dengan catatan 42.168 jam kerja selamat tanpa kecelakaan (zero accident) sejak pertama kali dilakukan tajak.

Proses tajak sumur ini sendiri dimulai pada 7 April 2026, dan tahap komplesi berhasil dirampungkan pada 11 Mei 2026, setelah sebelumnya mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat dan pemerintah desa setempat lewat sosialisasi yang digelar pada 3 Maret 2026.

Rencana Pengembangan Lanjutan

Pasca-keberhasilan ini, PEP Zona 4 tidak langsung berpuas diri. Manajemen berkomitmen untuk terus melanjutkan optimasi produksi secara berkelanjutan.

“Keberhasilan pengembangan sumur LBK-030 tidak membuat kami berpuas diri. PEP Zona 4 akan terus melanjutkan upaya pengembangan dan optimasi produksi secara berkelanjutan,” kata Senior Manager Subsurface Development and Planning PEP Zona 4, Reza Nur Ardianto.

Langkah selanjutnya yang akan dilakukan tim teknis adalah mengobservasi performa produksi sumur serta melaksanakan Pressure Build Up (PBU) test guna memastikan kemenerusan reservoir.

Berdasarkan cetak biru pengembangan lapangan, PEP Zona 4 menjadwalkan pengeboran dua sumur lain di sekitar area tersebut tahun ini, yakni sumur LKT-02 pada Mei 2026 dan sumur LKT-23 pada kuartal ketiga (Q3) 2026.

Keberhasilan Beruntun di Wilayah Zona 4

Sebelumnya, tren positif pengeboran juga dicatatkan PEP Zona 4 di Struktur Tanjung Miring Barat milik PEP Limau Field, Muara Enim, melalui sumur TMB-028. Melalui initial flow test pada 23 April 2026, sumur tersebut menunjukkan kapasitas produksi hingga 369 BOPD.

Keberhasilan di struktur ini direncanakan akan ditindaklanjuti dengan pengeboran dua sumur pengembangan tambahan pada tahun 2027 mendatang.

Sebagai informasi, PHR Regional Sumatra Zona 4 merupakan Subholding Upstream Pertamina yang mengoperasikan tujuh wilayah kerja di bawah pengawasan SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).

Wilayah kerja tersebut meliputi PEP Prabumulih Field, PEP Limau Field, PEP Adera Field, PEP Pendopo Field, PEP Ramba Field, PHE Ogan Komering, dan PHE Raja Tempirai, yang areanya tersebar di Kota Prabumulih, Palembang, serta sembilan kabupaten di Sumatera Selatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *