Rayakan Hari Lingkungan, Pusri Sukses Ubah Limbah Tekstil Jadi Produk Bernilai

Berita, Bisnis, Nasional82 Dilihat

PALEMBANG, 24detik.id – Siapa sangka, tumpukan seragam bekas yang selama ini hanya memenuhi lemari bisa disulap menjadi barang bernilai ekonomi tinggi.

PT Pusri Palembang, anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero), membuktikan hal tersebut lewat aksi nyata di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Melalui ajang Sustainability Event 2026 yang digelar pada 22–26 Juni 2026, Pusri mengajak seluruh karyawannya untuk beraksi melampaui sekadar kampanye lingkungan biasa.

Fokus utama tahun ini? Mengubah pola pikir masyarakat dan karyawan tentang limbah tekstil.

Sulap 1 Ton Seragam Jadi Barang Bernilai

Puncak antusiasme terlihat saat Pusri menginisiasi gerakan pengumpulan seragam bekas dari seluruh karyawannya. Hasilnya fantastis: sekitar 1 ton seragam bekas berhasil dikumpulkan!

Alih-alih berakhir di tempat pembuangan sampah, pakaian-pakaian ini kini diserahkan kepada mitra ahli, Sadar Lemari dan Eco Touch, untuk didaur ulang menjadi produk-produk baru yang bermanfaat.

Langkah ini adalah bukti nyata penerapan ekonomi sirkular, di mana sampah bukanlah akhir, melainkan awal dari nilai ekonomi baru.

Komitmen Hijau dari Pusri

Direktur Manajemen Risiko Pusri, Panji Winanteya Ruky, menegaskan bahwa inisiatif ini adalah bagian dari budaya keberlanjutan yang ingin ditanamkan perusahaan.

Kami ingin mengubah paradigma bahwa limbah tekstil itu tidak berguna. Lewat semangat 3R (Reduce, Reuse, Recycle), setiap individu bisa mengambil peran. Keberhasilan pengumpulan 1 ton seragam ini adalah bukti bahwa kesadaran lingkungan di Pusri sudah menjadi budaya,” ujar Panji.

Rangkaian acara Sustainability Event 2026 sendiri berlangsung meriah. Selain talkshow edukatif mengenai pengelolaan limbah, Pusri juga menggelar aksi bersih lingkungan di Dermaga Ferry Pusri, pameran kendaraan listrik (Auto Mobile Expo), hingga bazar UMKM binaan yang mendukung gaya hidup berkelanjutan.

Dengan aksi ini, Pusri tidak hanya menunjukkan komitmennya dalam menekan emisi dan mengelola limbah, tetapi juga menginspirasi bahwa menjaga bumi bisa dimulai dari hal sederhana seperti mengelola apa yang ada di dalam lemari kita sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *