Sentuhan Emas Pusri di Gunung Dempo, Kopi Tebat Benawa Naik Kelas

Berita, Bisnis, Nasional126 Dilihat

Pagar Alam, 24detik.id – Secangkir kopi kini tak lagi sekadar penghilang penat bagi petani di Desa Tebat Benawa, kaki Gunung Dempo. Melalui program unggulan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Pusri Palembang, komoditas lokal ini bertransformasi menjadi simbol kesejahteraan baru yang selaras dengan pelestarian alam.

Program Kopi Tebat Benawa hadir membawa perubahan besar pada pola tanam tradisional. Dengan metode agroforestri, petani diajak menanam kopi berdampingan dengan pohon pelindung seperti petai dan jengkol.

Langkah cerdas ini tidak hanya menjaga kesuburan tanah dan mencegah erosi di perbukitan, tetapi juga memberikan sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat setempat.

Kunci keberhasilan program ini terletak pada standar kualitas yang ketat. Petani kini beralih ke metode petik merah, memastikan hanya buah kopi matang sempurna yang diproses.

Hasilnya? Cita rasa kopi yang konsisten dan karakter khas daerah yang kuat, membuat nilai jual kopi Tebat Benawa meroket di pasaran dibanding sebelumnya.

Tak hanya soal panen, Pusri membekali petani dengan keterampilan mengolah limbah kulit kopi menjadi pupuk kompos. Dipadukan dengan pupuk NPK Kopi dari Pusri, terciptalah ekosistem circular economy yang efisien.

Dari sisi organisasi, pembentukan kelompok tani yang solid kini memberikan daya tawar lebih kuat, memutus rantai distribusi panjang yang selama ini merugikan petani.

“Kami mendorong Program Kopi Tebat Benawa sebagai salah satu unggulan karena manfaatnya menyentuh langsung aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan masyarakat secara berkelanjutan,” ujar VP TJSL Pusri, Rahmawati, Rabu (22/4/26).

Meski teknologi pengolahan terus ditingkatkan, program ini tetap memegang teguh kearifan lokal dalam menjaga hutan.

Sinergi antara tradisi leluhur dan inovasi modern ini diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam mengembangkan pertanian berkelanjutan.

Dari lereng Gunung Dempo, Kopi Tebat Benawa kini bercerita tentang kerja keras, cinta pada alam, dan masa depan petani yang lebih cerah.