Palembang, 24detik.id – PT Madhucon Indonesia menyatakan komitmen penuh untuk bertanggung jawab dan memperbaiki kerusakan pada struktur pelindung (fender) Jembatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin, setelah dihantam tongkang bermuatan batubara, Rabu (6/5/2026) pagi.
Insiden tersebut melibatkan Tongkang Biduk Mas 14 yang ditarik oleh Tugboat (TB) Biduk Mas 02. Beban raksasa tersebut hanyut terseret arus sungai sekitar pukul 05.00 WIB hingga menghantam bagian fender besi bawah jembatan setelah terlepas dari tambatannya di area Sutet Desa Kebun Kelapa.
Direktur Polairud Polda Sumsel, Kombes Pol Heru Agung Nugroho SIK, melalui Kasubdit Gakkum Ditpolairut Polda Sumsel, AKBP Chusnul Qomar SH SIK MM, membenarkan kejadian tersebut dan memastikan pihaknya telah melakukan langkah-langkah pengamanan di lokasi kejadian.
“Kami telah menerima laporan mengenai hanyutnya tongkang Biduk Mas 14 bermuatan batubara yang sempat mengenai fender Jembatan Sungai Lilin. Saat ini personel di lapangan sudah berkoordinasi untuk memastikan alur pelayaran kembali kondusif dan mengevaluasi kerusakan yang terjadi,” ujar AKBP Chusnul Qomar saat dikonfirmasi, Rabu (6/5/2026).
AKBP Chusnul menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah memastikan keamanan objek vital dan kelancaran lalu lintas perairan. Terkait dampak kerusakan, ia menyebutkan bahwa pihak perusahaan terkait telah menyatakan kesediaan untuk mengganti rugi.
“Prioritas utama adalah mengamankan objek vital yakni jembatan dan memastikan tidak ada gangguan lebih lanjut pada lalu lintas perairan,” jelasnya.
“Terkait kerusakan, operasional PT GSM melalui saudara Jefri Silitonga telah menyampaikan bahwasannya PT GSM akan bertanggung jawab penuh dan melakukan perbaikan terhadap kerusakan yang dialami Jembatan Sungai Lilin,” tegas AKBP Chusnul Qomar.
Diberikan sebelumnya, kronologi kejadian bermula saat TB Biduk Mas menunggu proses pengisian bahan bakar selama dua hari di posisi tambat.
Namun, arus sungai menyeret tongkang tersebut hingga kapten kapal mendapat kabar dari kapal lain bahwa tongkangnya telah terdampar di kaki jembatan.
Proses evakuasi dilakukan dengan cepat melibatkan bantuan dari TB Sahabat 1 dan TB Berkah 1 untuk menarik kembali tongkang ke area tambat yang aman.
Meski tidak ada korban jiwa, kerusakan pada fender besi jembatan masih memerlukan pemeriksaan teknis lebih lanjut oleh pihak terkait guna menjamin keamanan struktur jembatan penghubung lintas timur tersebut.
Berdasarkan data lapangan, Tongkang Biduk Mas 14 diketahui membawa muatan batubara milik PT Madhucon Indonesia, sementara operasional pengangkutan dikoordinasikan oleh PT GSM.
