Palembang, 24detik.id — Dalam 18 hari pertama April 2026, Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel bersama jajaran satuan wilayah berhasil mengungkap 116 laporan polisi dengan total 163 tersangka, terdiri dari 156 pria dan 7 wanita.
Polda Sumatera Selatan mempertegas posisinya sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas keamanan nasional melalui operasi pemberantasan narkotika yang masif dan terukur.
Capaian ini bukan sekadar angka penegakan hukum, melainkan indikator nyata bahwa peredaran narkotika di Sumatera Selatan masih memiliki jaringan aktif yang terstruktur dan lintas wilayah.
Barang bukti yang berhasil diamankan menunjukkan skala yang signifikan: sabu seberat 7.236,9 gram, ganja 1.727,42 gram, ekstasi sebanyak 879 butir, serta zat anestesi etomidate sebanyak 20 pcs.
Temuan etomidate menjadi perhatian khusus karena mengindikasikan perkembangan modus operandi dengan memanfaatkan zat substitusi baru.
Operasi berlangsung serentak di 18 satuan wilayah, mulai dari Kota Palembang, Banyuasin, Musi Banyuasin, Ogan Ilir, OKI, Prabumulih, Muara Enim, Lahat, Pagar Alam, hingga Musi Rawas Utara.
Pengungkapan terbesar terjadi di wilayah Ogan Ilir dengan penyitaan lebih dari empat kilogram sabu. Kasus strategis lintas wilayah juga berhasil diungkap di Talang Kelapa dan Lubuk Linggau.
Ditresnarkoba Polda Sumsel sendiri mencatat 17 laporan polisi, 30 tersangka, dan sitaan sabu hampir tiga kilogram beserta ratusan butir ekstasi.
Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel, Kombes Pol Yulian Perdana, S.I.K., menegaskan, lebih dari tujuh kilogram sabu yang kami sita dalam waktu singkat menunjukkan bahwa jaringan peredaran narkoba masih sangat aktif.
“Temuan etomidate juga menjadi sinyal bahwa modus operandi terus berkembang, sehingga kami harus selalu adaptif dan meningkatkan kewaspadaan,” ujarnya kepada 24detik, Sabtu (28/4/26).
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H, menambahkan, “Ini bukan sekadar pengungkapan kasus, tetapi bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi masyarakat dari ancaman narkotika”.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi, karena perang melawan narkoba adalah tanggung jawab bersama,” ujar Kombes Nandang.
Polda Sumatera Selatan memastikan intensitas operasi tidak akan menurun. Pengawasan jalur distribusi utama, termasuk jalur lintas provinsi, akan terus diperketat sebagai langkah preventif dan represif.
Operasi ini merupakan implementasi nyata program Presisi Polri yang menekankan penegakan hukum tegas, transparan, dan berorientasi pada perlindungan masyarakat.













