80 Tahun Mengabdi, Polda Sumsel Gelar Doa Lintas Agama: Bersatu untuk Sumsel Lebih Damai

Berita, Olahraga95 Dilihat

PALEMBANG, 24detik.id – Suasana penuh khidmat dan penuh dengan kedamaian menyelimuti Gedung Presisi, Mapolda Sumatera Selatan pada Selasa (30/6/2026).

Ratusan tokoh lintas agama, unsur Forkopimda, elemen masyarakat, hingga para mahasiswa berkumpul dalam satu frekuensi: memanjatkan doa terbaik untuk bangsa dan institusi Polri yang kini genap berusia 80 tahun.

Dalam momentum sakral bertajuk “80 Tahun Mengabdi Polri Untuk Masyarakat” ini, Polda Sumsel menegaskan bahwa kekuatan Polri bukan terletak pada seragam atau senjata, melainkan pada sinergi dan dukungan spiritual dari seluruh lapisan masyarakat.

Doa bersama ini menjadi simbol nyata bahwa perbedaan keyakinan adalah kekayaan, bukan pemisah dalam menjaga kedamaian di bumi Sumatera Selatan.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Dr. H. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., dalam sambutannya menekankan bahwa usia 80 tahun merupakan perjalanan panjang yang penuh dengan tantangan.

“Doa bersama lintas agama ini adalah ikhtiar spiritual kita. Kami sadar, Polri tidak bisa berdiri sendiri,” ujarnya.

Peraih Adhi Makayasa 95 ini mengungkapkan bahwa, kekuatan utama Polri dalam menjaga Sumatera Selatan yang aman dan harmonis adalah doa, serta partisipasi aktif dari seluruh tokoh agama dan masyarakat.

“Mari, kita terus bersinergi menangkal hoaks dan isu SARA yang berpotensi memecah belah persatuan kita,” pinta Irjen Pol Sandi Nugroho dengan penuh semangat.

Senada dengan hal tersebut, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Wijaya Mukmin, menambahkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial rutin dalam memperingati Hari Bhayangkara.

“Ini adalah bentuk nyata kedekatan Polri dengan masyarakat. Kami ingin menunjukkan bahwa di usia yang ke-80 ini, Polri hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan yang inklusif bagi semua golongan,” ungkapnya.

Sinergitas yang terbangun dalam doa bersama ini menjadi energi positif bagi seluruh personel Polri untuk memberikan dedikasi terbaik bagi masyarakat, khususnya di wilayah Sumatera Selatan,” jelas Kombes Pol Nandang.

Kegiatan yang dihadiri oleh berbagai elemen, mulai dari anak yatim, perwakilan mahasiswa Cipayung Plus, hingga organisasi buruh ini, ditutup dengan pembacaan doa oleh enam perwakilan pemuka agama, yang secara bergantian memohonkan keselamatan dan keberkahan bagi Indonesia.

Kehadiran para tokoh dari berbagai latar belakang di Mapolda Sumsel hari ini menjadi bukti kuat bahwa kerukunan antar umat beragama di Sumatera Selatan tetap terjaga, kokoh, dan menjadi fondasi utama dalam menciptakan stabilitas keamanan daerah yang kondusif.

“Selamat Hari Bhayangkara ke-80, semoga Polri semakin jaya dalam pengabdiannya”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *