Sadis! Ada 33 Jahitan di Leher Staf Bawaslu OKU Selatan yang Tewas di Kontrakan

PALEMBANG, 24detik.id – Misteri kematian Maria (39), staf Sekretariat Bawaslu Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan yang ditemukan tewas di rumah kontrakannya, mulai menemui titik terang. Hasil autopsi membongkar fakta mengerikan terkait luka yang diderita korban.

Tim medis RS Bhayangkara Palembang mengungkapkan adanya luka gorok yang sangat dalam di leher korban. Luka tersebut bahkan harus disatukan kembali dengan 33 jahitan.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Nandang Mu’min Wijaya mengatakan, penyebab utama kematian korban adalah asfiksia atau mati lemas karena saluran pernapasan yang terhambat. Hal itu dibarengi dengan putusnya pembuluh darah besar di leher akibat senjata tajam.

“Luka itu begitu menganga hingga tim medis harus menyatukannya kembali dengan 33 jahitan,” kata Nandang kepada wartawan, Kamis (26/3/2026).

Nandang menjelaskan, Maria diduga sempat melakukan perlawanan sebelum mengembuskan napas terakhir. Tim forensik menemukan luka memar di dahi, kedua bahu, serta luka lecet di bagian dagu hingga lengan korban.

Yang lebih memilukan, ditemukan luka di bibir atas dan bawah dengan pola cetakan gigi. Temuan ini menjadi indikasi kuat bahwa korban dibungkam secara paksa saat pelaku mengayunkan senjata tajam ke lehernya.

Polisi juga menemukan bintik pendarahan (petechiae) yang menyebar di kelopak mata hingga organ vital seperti paru-paru dan jantung. Secara medis, kondisi ini menunjukkan perjuangan korban mencari oksigen di detik-detik terakhir.

Selain fakta kekerasan, polisi mengonfirmasi hilangnya sejumlah harta benda milik korban. Barang yang raib di antaranya satu unit sepeda motor Honda BeAT, sebuah laptop, dan dua unit ponsel.

Kapolres OKU Selatan AKBP I Made Redi Hartana menyebut, pihaknya kini tengah mendalami apakah kasus ini murni perampokan atau ada motif lain. Mengingat, laptop milik staf lembaga penyelenggara pemilu tersebut ikut dibawa lari pelaku.

“Kami belum bisa memastikan apakah tindak pidana pencurian ini terjadi di awal atau di bagian akhir peristiwa,” ujar Redi.

Saat ini, fokus penyelidikan diarahkan pada pelacakan sinyal perangkat digital milik korban. Polisi juga telah mengambil sampel swab vagina untuk memastikan ada tidaknya dimensi kekerasan lain di balik pembunuhan brutal ini.

Polda Sumsel dan Polres OKU Selatan terus melakukan pengejaran terhadap pelaku. Garis polisi masih terpasang di rumah kontrakan korban di Perumahan Bukit Berlian, Desa Pelangki, guna kepentingan penyidikan lebih lanjut. (suherman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *