Palembang, 24detik.id — Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) resmi memperkuat kolaborasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sumsel, untuk mempercepat penanganan perkara tindak pidana korupsi.
Fokus utama kerja sama ini adalah pada akurasi penghitungan kerugian keuangan negara demi efektivitas proses penyidikan.
Kapolda Sumsel, Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, menerima langsung kunjungan jajaran BPK RI di Gedung Presisi Mapolda Sumsel, Kamis (30/4/2026). Pertemuan ini bertujuan menyelaraskan langkah strategis antara penyidik kepolisian dan auditor negara agar proses pembuktian hukum menjadi lebih kuat dan objektif.
Dalam forum tersebut, kedua lembaga membahas mekanisme koordinasi teknis yang lebih dalam. Fokusnya meliputi:
Penghitungan Kerugian Negara: Memastikan data yang dihasilkan akurat dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.
Efisiensi Penyidikan: Memangkas kendala administratif dan teknis yang sering menghambat durasi penanganan kasus.
Dukungan Data: Komitmen Polda Sumsel dalam menyuplai data yang dibutuhkan BPK untuk audit investigatif.
“Sinergi ini adalah bentuk nyata komitmen kami dalam mengawal keuangan negara. Kami siap memberikan dukungan penuh guna memastikan proses penegakan hukum berjalan efektif dan akuntabel,” tegas Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, Kamis (30/4/26).
Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, menambahkan bahwa penguatan sinergi ini merupakan bagian dari implementasi Polri Presisi. Langkah ini tidak hanya menyasar penegakan hukum, tetapi juga bertujuan menjaga stabilitas ekonomi daerah di Sumatera Selatan.
Dengan kolaborasi yang lebih erat, diharapkan tercipta iklim pembangunan yang bersih di Sumatera Selatan, sekaligus memberikan kepastian hukum yang lebih kuat bagi masyarakat dalam mengamankan aset serta anggaran negara.











