Mengintip Prosesi Sakral Menuju Hari Bhayangkara ke-80 di Polda Sumsel

Berita, Nasional, Politik118 Dilihat

PALEMBANG, 24detik.id – Di tengah semangat menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Polda Sumsel menggelar tradisi sakral yang sarat makna: Upacara Pemuliaan Nilai-Nilai Tribrata dan Pencucian Pataka Atidhira Wira Bhakti.

Bertempat di Aula Lantai 7 Gedung Presisi Mapolda Sumatera Selatan pada Kamis (25/6)//26), profesi sakral tersebut berlangsung dengan penuh hikmah.

Dipimpin langsung oleh Kapolda Sumsel, Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., prosesi ini bukan sekadar ritual tahunan. Ini adalah momen refleksi untuk membersihkan diri dan meneguhkan kembali janji setia seluruh personel Bhayangkara kepada masyarakat dan negara.

Simbol Kehormatan yang Disucikan

Momen puncak terjadi saat Pataka Atidhira Wira Bhakti lambang kehormatan dan identitas Polda Sumsel disucikan dengan air bunga dan daun pandan, lalu disempurnakan dengan wewangian.

Prosesi ini menjadi simbol “pembersihan” hati dan pembaruan tekad agar setiap anggota Polri tetap teguh memegang prinsip kebenaran dan keadilan dalam menjalankan tugas.

Nama Atidhira Wira Bhakti sendiri memiliki filosofi yang mendalam: keteguhan hati dan jiwa keperwiraan.

Identitas ini bukan main-main, sebab Polda Sumsel merupakan kesatuan elit yang telah dua kali dianugerahi Tanda Kehormatan Nugraha Sakanti oleh Presiden RI (1973 dan 2025), sebuah bukti nyata atas dedikasi dan profesionalisme yang diakui negara.

Pesan Kuat dari Kapolda Sumsel

Dalam pesannya, Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho menegaskan bahwa Pataka ini bukanlah sekadar simbol organisasi, melainkan representasi nilai luhur yang harus tercermin dalam tindakan nyata setiap anggota di lapangan.

“Prosesi ini adalah momentum untuk memperbarui komitmen. Nilai-nilai Tribrata harus hidup dalam setiap tindakan. Kami ingin kehadiran Polri benar-benar dirasakan sebagai pelindung yang membawa rasa aman, keadilan, dan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujar Kapolda.

Bukan Sekadar Seremoni

Senada dengan hal tersebut, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menambahkan bahwa kegiatan ini adalah pengingat bagi seluruh insan Bhayangkara.

“Tradisi ini menjadi pengingat bahwa setiap keberhasilan Polri lahir dari integritas, disiplin, dan loyalitas. Kami ingin membawa semangat pengabdian para pendahulu untuk menjawab tantangan tugas yang semakin kompleks ke depan,” jelas Kombes Pol Nandang.

Melalui rangkaian tradisi ini, Polda Sumsel menegaskan komitmennya untuk terus menjadi institusi yang Presisi: profesional, humanis, dan selalu hadir di tengah masyarakat untuk mengawal keamanan serta mendukung pembangunan bangsa.

Selamat Hari Bhayangkara ke-80!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *