Babak Baru Kematian Staf Bawaslu OKU Selatan, Polisi Periksa 5 Saksi!

MUARADUA, 24detik.id – Penyidikan kasus kematian tragis staf Sekretariat Bawaslu OKU Selatan, Maria (39), memasuki babak baru. Satreskrim Polres OKU Selatan kini memeriksa intensif lima orang saksi untuk mengungkap tabir di balik tewasnya korban.

Polisi mengonfirmasi bahwa indikasi tindak kriminal dalam kasus ini sangat kuat. Pemeriksaan saksi dilakukan untuk merangkai kronologi utuh peristiwa berdarah di Perumahan Bukit Berlian, Desa Pelangki tersebut.

“Untuk dugaan terjadinya tindak pidana memang ada indikasi kuat korban tewas karena tindakan kriminal. Sejauh ini, kami sudah memeriksa lima orang saksi untuk dimintai keterangan,” ujar Kasatreskrim Polres OKU Selatan AKP Anton L. Sinaga, Kamis (26/3/2026).

Anton menjelaskan, saksi-saksi yang diperiksa dianggap mengetahui situasi di sekitar tempat kejadian perkara (TKP). Polisi ingin menyelaraskan temuan medis autopsi dengan keterangan orang-orang yang sempat berinteraksi di sekitar kediaman korban.

Selain pemeriksaan saksi, polisi fokus memecahkan misteri hilangnya empat aset berharga milik Maria. Barang-barang yang raib terdiri dari satu unit sepeda motor Honda BeAT, satu unit laptop, dan dua unit ponsel.

Penyidik kini tengah mendalami aspek temporal atau urutan waktu kejadian. Polisi ingin memastikan apakah pencurian barang tersebut merupakan motif utama atau sekadar upaya pelaku mengaburkan jejak.

“Waktunya, apakah di awal atau di akhir dari peristiwa kematian korban, itu masih kami dalami motifnya,” lanjut Anton.

Keberadaan laptop dan dua ponsel milik korban menjadi perhatian serius penyidik. Mengingat posisi Maria sebagai staf lembaga negara, isi komunikasi dalam perangkat tersebut berpotensi menjadi kunci pengungkapan motif yang lebih kompleks.

Hingga saat ini, Polres OKU Selatan masih menutup rapat informasi terkait identitas calon tersangka demi kepentingan pengejaran. Polisi menegaskan belum berani menyimpulkan motif tunggal di balik tragedi ini.

“Untuk motif sampai saat ini belum bisa kami pastikan karena masih dalam proses pendalaman. Tim masih bekerja melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap kasus ini secara terang benderang,” tegas Anton.

Garis polisi masih terpasang di rumah kontrakan korban di Dusun I Desa Pelangki. Warga Muaradua kini menanti hasil kerja tim Buser Polres OKU Selatan untuk segera menangkap pelaku di balik kematian sadis staf Bawaslu tersebut. (suherman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *