Kian Terpuruk, Rupiah Tembus di Rp17.600 per Dolar AS

Berita, Bisnis, Politik23 Dilihat

Jakarta, 24detik.id – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus mengalami pelemahan signifikan hingga menembus angka psikologis baru.

Pada perdagangan Jumat (15/5/2026) pagi, mata uang Garuda dibuka merosot 84 poin atau 0,48% ke level Rp17.614 per dolar AS.

Level ini tercatat sebagai salah satu rekor terlemah rupiah, yang kini telah menyusut hingga 2,28% dalam sebulan terakhir dan anjlok 6,20% secara tahunan (year-on-year).

Keterpurukan rupiah ini dipicu oleh kombinasi sentimen eksternal dan internal. Keperkasaan dolar AS (strong dollar) di pasar global memicu aliran modal keluar (capital outflow) besar-besaran dari pasar keuangan domestik.

Kondisi ini diperparah oleh menyusutnya surplus neraca perdagangan Indonesia, yang menyebabkan pasokan valuta asing, khususnya dolar AS, kian menipis di pasar dalam negeri.

Selain itu, pengumuman indeks MSCI terbaru turut memberikan tekanan tambahan terhadap sentimen pasar.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira, menilai bahwa situasi ini harus segera diantisipasi oleh Bank Indonesia dan pemerintah agar tidak memicu efek domino yang lebih luas.

“Pelemahan hingga ke atas Rp17.600 ini sudah lampu kuning. Jika pelemahan ini berlangsung lama, dampaknya akan langsung memukul sektor riil melalui imported inflation (inflasi barang impor), mengingat industri kita masih sangat bergantung pada bahan baku dan komponen impor,” ujar Bhima saat dihubungi, Jumat (15/5/26).

Dampak dari anjloknya nilai tukar ini diprediksi akan segera dirasakan oleh masyarakat luas. Kenaikan harga bahan baku impor dipastikan bakal mengerek biaya produksi, yang berujung pada kenaikan harga produk akhir di pasar.

Tidak hanya barang konsumsi, biaya energi dan transportasi juga berpotensi melonjak karena komponen impor yang tinggi.

Rangkaian kenaikan harga ini dikhawatirkan akan menekan daya beli masyarakat secara keseluruhan dan memperlambat momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *