Ribuan Buruh dan Ojol Resmi Jadi Mata dan Telinga Polri di Sumsel

Palembang, 24detik.id – Heboh!!! Stadion Bumi Sriwijaya mendadak “membiru” dan “menghijau” pada Minggu pagi (8/3/2026), ada apa ya?

Oh Ternyata, sebanyak 5.000 pengemudi ojek online (ojol) dan aktivis buruh berkumpul bukan untuk berdemonstrasi, melainkan untuk mengikrarkan diri sebagai mitra strategis Polri dalam menjaga keamanan Sumatera Selatan.

Dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, apel besar bertajuk “Nyago Bumi Sriwijaya Aman Bae” ini menandai babak baru sistem keamanan partisipatif.

Para pekerja lapangan kini resmi menjadi “mata dan telinga” kepolisian di garda terdepan masyarakat.

Bukan Sekadar Seremonial: Rompi Baru, Semangat Baru

Puncak acara ditandai dengan penyematan rompi kepada perwakilan ojol dan buruh. Rompi ini bukan sekadar atribut, melainkan simbol bahwa mereka kini adalah bagian dari community policing.

“Kami mengajak seluruh komunitas ojol dan buruh untuk bersama-sama menjaga stabilitas di Bumi Sriwijaya. Sinergi ini adalah komitmen nyata demi Sumsel yang aman dan kondusif,” tegas Jenderal Listyo Sigit di hadapan ribuan peserta dari berbagai bendera seperti Maxim, Grab, Gojek, Shopee, hingga berbagai organisasi buruh seperti KSPSI dan KASBI.

Fasilitas Khusus: Dari ‘Panic Button’ hingga Layanan Kesehatan

Sebagai bentuk timbal balik atas peran aktif mereka, Kapolri membawa “oleh-oleh” kabar gembira bagi para pekerja:

Pertama : Fitur Panic Button, Polri tengah mengembangkan tombol darurat khusus di aplikasi ojol untuk perlindungan instan bagi driver di jalanan.

Kedua :  Layanan Kesehatan Gratis, Akses pengobatan di RS Bhayangkara bagi para buruh dan ojol.

Ketiga : Desk Ketenagakerjaan, Pembentukan unit khusus di tingkat Polda dan Polres untuk mengawal perlindungan tenaga kerja dan jaminan kecelakaan.

Dan keempat : Akses Cepat 110, Komunitas ojol didorong memanfaatkan layanan darurat ini untuk melaporkan gangguan keamanan secara real-time.

Persiapan Mudik: Harapan ‘Mudik Gratis’ dari Aplikator

Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Kapolri juga memberikan atensi khusus. Selain memastikan kesiapan Operasi Ketupat melalui pos pengamanan dan pelayanan, Jenderal Listyo Sigit memberikan pesan menyejukkan bagi para pengemudi.

Ia mendorong perusahaan aplikator ojol untuk menyediakan program Mudik Gratis. Hal ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi para driver yang telah bekerja keras menjaga roda ekonomi transportasi tetap berputar.

Sentuhan Humanis di Akhir Acara

Menutup rangkaian kegiatan, suasana hangat terlihat saat seluruh peserta menerima bantuan paket bahan pokok (beras, minyak goreng, gula, dan mie instan). Langkah ini menjadi bukti pendekatan humanis Polri yang tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga kesejahteraan mitra-mitranya.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, menegaskan bahwa partisipasi masyarakat adalah kunci utama. “Polda Sumsel menjadikan komunitas ojol dan buruh sebagai mitra strategis. Kekuatan utama kamtibmas ada pada partisipasi warganya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *